Ketika kamu bertanya,
Masihkah hatiku sama?
Perlu kamu tilik dahulu manik mataku,
Karena dia yang akan menjawab seluruh pertanyaanmu.
Sejak dirimu berlari,
Aku terdiam menatap punggungmu yang menjauh,
Karena ku tau kamu akan kembali,
Kamu akan paham bahwa aku tak butuh ragamu, tapi hatimu.
Kamu pergi menyeret duka,
Dan kembali dengan senyum suka cita.
Aku tak mengapa,
Ketika kamu kembali tanpa kata maaf.
Lihat, betapa aku kuat,
Menunggumu hingga berdarah-darah.
Dengar, betapa aku sangar,
Menantimu hingga tak tau waktu.
Aku hanya ingin kamu tau,
Aku pernah berpikir untuk jatuh,
Tapi kuingat lagi jejakku sudah sejauh ini,
Dan aku tidak mungkin mengakhiri dengan tangis kekalahan.
Tidak.
Aku masih menunggumu, mengertilah.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu