Mengulang sendu,
Ketika rindu, sedang bertemu.
Malam itu sangat syahdu,
Kamu menatapku penuh arti, dan ku mati kutu.
Mengapa kamu selalu membuatku jatuh untuk kesekian kalinya,
Mencuri rindu hanya untuk mengunciku dalam kesunyian.
Setiap kuberbaring dan menatap langit-langit atap,
Ada matamu yang mengedip dan mengisyaratkan bahwa nanti kamu akan kembali.
Tapi,
Jarak mengataiku bodoh.
Mengapa aku masih berseloroh,
Sedang kenyataannya aku kalah oleh yang mengataiku bodoh.
Kamu sudah pergi,
Sekedar menuai rindu dini hari,
Seperti yang kita lakukan setiap hari,
Menjadi duka tiap ku berangkat tidur.
Terkadang aku terisak,
Dan tiba-tiba terbangun.
Ternyata kepergianmu masih menjadi mimpi burukku selama ini.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu