Sudah kemarin loh kita seluruh rakyat Indonesia menyalurkan hak suara,
berbondong-bondong duduk di kursi yang sediakan, menunggu giliran nama dipanggil, dan masuk ke dalam bilik, mencoblos dia yang dipilih dan diyakini bisa membawa Indonesia menjadi lebih baik lagi.
Sudah kemarin loh, dan kamu sekarang masih bergelut dengan para sebagian orang yang taat akan tugas negaranya. Sudah kewajibanmu, dan aku tau kamu sangat menyukai kegiatan yang berhubungan dengan negara tercinta kita ini.
Kita pernah duduk berseberangan, saling menatap dan bertukar pikiran, sesekali kamu melempar candaan dan memberiku wejangan.
Dan saat itu aku tau kamu ingin masuk ke dunia politik, katamu banyak tantangan disana, banyak yang menurutmu perlu di benahi, tikus-tikus yang kamu benci, bergemerutuk jika kamu mengingatnya.
Mungkin ini sebuah batu loncatan untukmu semakin maju, dan menjadi apa yang diharapkan olehmu dulu. Semoga. Semangat!
Redupmu akan diganti pagi yang cerah,
Lelahmu akan diganti suara yang lantang,
dan keringatmu akan diganti embun basah yang dingin dan menyegarkan.
Seperti yang kamu bilang, akan banyak tantangan, dan aku takut kamu menyerah dan kesakitan, aku hanya takut kamu kelelahan dan lupa haluan. Karena aku sudah tak bersamamu, aku sudah bukan sandaranmu, aku hanya teman tawamu sebentar, dan tak mungkin bisa saling mengejar.
Bersabarlah, sejatinya aku ada disana bersamamu, meski segelintir. Namun akan terasa menghangatkan hatimu jika mengingatku. Membabi buta relungmu, dan menghunus ingatanmu.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu