Sejak kemarin aku rasa kamu sedang berdamai dengan keadaan. Kita berbincang tentang yang lalu, dan kamu tertawa mengingatnya, kamu tidak menghindar seperti biasanya ketika ku mulai membuka cerita masa lalu. Aku berusaha membuatmu semakin ingat, kenangan-kenangan yang ada kutunjukkan dan; ini lah aku yang masih menyimpan rapat tentangmu, yang tak bisa lupa begitu saja. Tanpa kuduga, kamu masih mengingatnya, kamu menimpali apa yang ku ceritakan. Seperti yang kuingat beberapa hari lalu, perihal kita pergi ke rumah makan, dan masakannya yang kurang cocok di lidah, kamu diam-diam memotretku, dan ternyata aku masih menyimpan hasil jepretan itu. Masih tersimpan rapi bersama kenangannya yang entah dapat terulang kembali, atau tidak sama sekali.
Seolah menyerah dengan rasa, kita berbincang cukup lama sampai saat ini, kita bergurau dan berujar ringan. Ingin rasanya bertanya bagaimana perasaanmu sekarang padaku? Masih sama seperti yang kupunya, atau sudah habis oleh hati lain yang mengalihkanmu sekarang.
Tapi nyaliku tak seberani itu. Aku takut kamu akan bersikap acuh lagi, dan akan sulit bagiku mencari kabar tentangmu. Tak masalah, Monster senjaku, anggap aku temanmu, adikmu, atau sahabatmu, selagi kamu nyaman.
Karena ini memang salahku yang meninggalkanmu. Tapi percayalah, salahku lebih dari itu. yaitu; memintamu masih menjadi temanku, disaat semua yang telah ku lakukan.
Jika disuruh melepaskanmu, aku sudah melepasmu sejak kita tak saling berkomitmen. Tapi lepasan itu tak seutuhnya, ketika hati menyuruh kembali, tapi terlambat.
Monster senjaku, kamu masih memiliki tempat di hati ini, seandainya kamu mau datang.
Seolah menyerah dengan rasa, kita berbincang cukup lama sampai saat ini, kita bergurau dan berujar ringan. Ingin rasanya bertanya bagaimana perasaanmu sekarang padaku? Masih sama seperti yang kupunya, atau sudah habis oleh hati lain yang mengalihkanmu sekarang.
Tapi nyaliku tak seberani itu. Aku takut kamu akan bersikap acuh lagi, dan akan sulit bagiku mencari kabar tentangmu. Tak masalah, Monster senjaku, anggap aku temanmu, adikmu, atau sahabatmu, selagi kamu nyaman.
Karena ini memang salahku yang meninggalkanmu. Tapi percayalah, salahku lebih dari itu. yaitu; memintamu masih menjadi temanku, disaat semua yang telah ku lakukan.
Jika disuruh melepaskanmu, aku sudah melepasmu sejak kita tak saling berkomitmen. Tapi lepasan itu tak seutuhnya, ketika hati menyuruh kembali, tapi terlambat.
Monster senjaku, kamu masih memiliki tempat di hati ini, seandainya kamu mau datang.
The best kak 😢😍
BalasHapusMakasih loh, tisu mana tisu😥
Hapus