Entahlah apa namanya rasa ini, yang sangat perih.
Aku masih berkutat dengan ponsel yang menyala didepan wajah dan tak berkedip sekalipun ini mata, sesekali aku melihat kearah statusbar hanya untuk mengecek notif bbm darimu, tapi nihil. Aku masih menunggu balasan darimu, balasan dari seorang kekasih, bukan menunggu balasan dari orang yang tak pasti. Yang sedang aku tunggu sudah pasti!
Tapi sepertinya aku harus kembali kecewa, kembali menelan ludah dengan terpaksa. Kau memang membalas pesanku, tapi kau segera mengakhiri pembicaraan yang bahkan sedang aku mulai. Aku hanya mencoba meluapkan sedikit rasa rindu ini yang belakangan ini sedang sangat menggebu-gebu, tapi sepertinya kau sedang kelelahan sampai tak sedikitpun mengerti yang aku rasa. Baiklah, aku mengerti. Beberapa hari ini memang kau sibuk, emm mungkin tepatnya "sangat", sangat sibuk. Hingga belakangan ini pula kau sering hanya membaca pesanku tanpa ada niat membalasnya.
Apalah daya aku, wanita yang begitu mudah merindu, aku kembali menghubungimu, mencoba menanyakan kembali kabarmu, mencoba memberi bahan bicara untuk kita mulai. Tapi memang percuma ya percuma.
Aku kembali menghela nafas panjang, mencoba mereda mata yang terasa panas sejak belakangan ini. Aku harus tau keadaanmu sekarang, kau sangat sangat sibuk. Aku tidak boleh menjadi egois karena ingin mendapat perhatian lebih darimu, aku tidak boleh berprasangka buruk tentangmu, aku tidak boleh mudah lelah untuk memberimu semangat. Iya, mungkin sekarang kau membutuhkan semangat, setidaknya semangat dariku yang entah kau butuhkan atau tidak. Aku hanya berusaha selalu ada dihari-harimu, selalu ada saat kau membutuhkan.
Aku mematikan data selular, kembali membuka situs dimana banyak cerpen yang menarik aku baca. Hal ini yang selalu aku lakukan saat kau tak ada kabar, atau pergi lama sekali.
Mungkin dengan membaca cerpen itu mata yang terasa memanas sedikit mereda, dada yang sesak terasa sedikit lega, sedikit. Tapi setidaknya tidak sesesak yang tadi. Aku tidak pernah mencoba memulai pesan dengan pria lain untuk mengisi ruang pesan yang kosong darimu. Tidak! Tidak akan aku lakukan. Kalau tidak ada hal yang penting yang memaksaku melakukannya. Aku hanya berusaha menjaga kepercayaanmu.
Aku hanya merindukan percakapan basa-basi kita dulu.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu