Hai kau yang masih mengisi hari-hariku dengan senyuman.
Tolong jaga rasamu ya, meski ini bukan kali pertama aku ucap. Tapi aku hanya ingin rasamu tetap dan tak berkurang.
Kau tau? Aku menyayangi juga mengagumimu. Entah ada hal yang membuatmu berbeda dari yang lalu. Kau berbeda. Berbeda sekali.
Kau tak menyukai perdebatan yang membuat semuanya memanas, tapi kau malah lebih suka menjailiku dengan nama-nama panggilan atau bahkan ejekan-ejekan yang membuatku mendengus kesal.
Kau tak pernah mengucap kata pujian untukku, tak pernah juga berkata sayang kalau tidak aku awali. Kau tau? Aku lebih suka kau seperti ini.
Kau memang tak pandai untuk merangkai kata-kata manis yang membuatku senyum tersanjung, tapi kau selalu mengucap kata yang selalu menenangkan. Yang selalu membuatku tersenyum tak takut kehilanganmu.
Tawa meski dari kata-kata sederhana masih saja membuatku senang. Membayangkan setengah lingkaran dibibir yang menciptakan bulan sabit dimatamu. Tawamu yang tak pernah bosan untuk aku kagumi, tawamu yang menjadi peluruh segala amarahku, yang menjadi penenang setiap kesedihanku.
Jadikan aku seseorang yang masih berarti hari ini sayang, oh ya bukan hari ini saja tapi seterusnya juga. Tau tidak? Aku sudah sangat menyayangimu. Tuan hils.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu