Aku baik.
Mungkin sama halnya denganmu.
Sama-sama tak peduli bahwa ada batu besar setelah kerikil-kerikil ini.
Padahal, sebenarnya- dalam hati masing-masing; ketakutan akan terlepasnya genggaman itu sangat nyata.
Mungkin sama halnya denganmu.
Sama-sama tak peduli bahwa ada batu besar setelah kerikil-kerikil ini.
Padahal, sebenarnya- dalam hati masing-masing; ketakutan akan terlepasnya genggaman itu sangat nyata.
Kita menjalani ini, seolah tidak ada dia.
Kita bersorak ria, seolah tidak ada aral.
Begitulah.
Kita bersorak ria, seolah tidak ada aral.
Begitulah.
Dan pada akhirnya, aku yang menangis dipundakmu,
Menyadarkanmu; bahwa ruang ini sempit, dan entah siapa yang akan keluar lebih dulu.
Tentunya bukan aku.
Menyadarkanmu; bahwa ruang ini sempit, dan entah siapa yang akan keluar lebih dulu.
Tentunya bukan aku.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu