Monster Senjaku, terima kasih.
Kamu sudah berbaik hati untuk tetap menjadi teman.
Berselisih,
Bertukar pikiran.
Kamu kembali seperti dulu,
Sebelum kita saling mengungkapkan rindu untuk jadi satu.
Meski senyummu hambar,
Cinta ini tetap menguar.
Jika kamu tau, cinta ini sejengkalpun tidak berkurang,
Mungkin kamu akan kembali pergi.
Memalingkan muka, dan tak mau masuk lagi ke ruang,
Lalu, aku kembali meringis merasakan sakit hati.
Jadi, aku memutuskan berpura-pura,
Agar usaha menarikmu lagi tidak menjadi sia-sia.
Biarlah, jika dengan menjadi teman adalah sebuah pilihan,
Yang terpenting aku tak kehilangan untuk kesekian.
Aku tau sekali rasanya menahan rindu,
Dan itu yang membuatku sekarang menjadi pecundang.
Yang berharap beradu,
Tapi tak tau cara berjuang.
Mungkin mudah diucap,
Namun sulit untuk diungkap.
Dari apa yang aku rasa,
Kamu sudah tak mau merasa.
Aku yang menyakitimu, tapi aku yang ingin kamu kembali.
Aku yang menghancurkan perasaanmu, tapi aku yang menangis perih.
Dan kamu masih mau kembali,
Meski bukan untuk membicarakan tentang hati,
Melainkan sebagai teman diskusi, berselisih, dan basa-basi.
Monster Senja, terima kasih telah memberiku ruang meski hanya sebagai teman.
Akan ku sembunyikan perasaan ini darimu, agar kamu mau menganggapku sebagai teman.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu