Aku yang menatapmu penuh dengan harapan,
Tak lebih hanya kamu anggap sebagai teman.
Aku yang memintamu untuk datang,
Sedang kamu lebih memilih untuk pulang.
Aku yang susah mencari cara untuk memulai perbincangan,
Kamu dengan mudah mengakhirinya tuan.
Aku yang berjalan dibelakangmu,
Tapi berada diantara barisan teman-temanmu.
Aku yang menjadikanmu tujuan,
Kamu menjadikanku teman curhatan.
Aku yang melihatmu seperti nirmala,
Kamu melihatku tak lebih dari candala.
Aku yang mendoakanmu disepertiga malam,
Sedang kamu mencintainya dengan sangat dalam.
Aku yang sibuk mencuri pandang,
Tapi kamu tertawa bersama seseorang.
Aku yang melindungimu dari hujan,
Tapi kamu lebih memilih bermain dibawah hujan.
Aku yang menantimu dipersimpangan,
Sedang kamu sedang berbincang dengan seseorang untuk masa depan.
Aku yang menangis atas perjuangan,
Sedang kamu tertawa bahagia karena mendapatkan seseorang yang kamu harapkan.
Aku yang ingin berhenti berjuang,
Kamu tiba-tiba datang dengan tatapan meneduhkan.
Aku yang ingin berlari dari kenyataan,
Tapi tanganmu menggapai untuk berjalan berdampingan.
Aku yang lelah dengan semua harapan,
Kamu memelukku untuk memberikan kehangatan.
Ya, kita selalu berbanding terbalik. Kita tak searah, dan aku membencinya. Pernah kita searah, tapi keadaan menghancurkan semuanya. Selucu itu kenyataan.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu