Aku,
Buih embun yang kamu cari setiap pagi,
Gubuk kecil tempatmu menaung kala siang,
Bintang senja yang membuatmu menetap setiap sore,
Kunang yang cahayanya kamu suka saat malam,
Payung kecil untukmu berlindung dari hujan,
Yodium ketika tubuhmu terluka,
Paracetamol ketika demam membuatmu menggigil.
Ya, aku yang selalu ada untukmu.
Tapi tak pernah menjadi yang pertama, tak pernah diprioritaskan, tak pernah diperkenalkan, dan tetap menjadi yang disembunyikan.
Bersenang-senanglah disana, tapi jangan pernah lupa ada aku, yang selalu menunggumu datang meski tujuanmu hanya untuk singgah.
Sebagai perempuan, aku berhak untuk cemburu pada orang yang aku sayang kan?
Sebagai manusia, aku berhak untuk iri pada apa yang ingin ku dapatkan kan?
Ku mohon, jangan salahkan perasaanku.
Kamu yang telah membuatku mempunyai perasaan ini.
Dan sekarang? Kamu seolah acuh tak mau tau.
Aku coba mengerti satu hal; bahwa aku yang tak pernah dianggap, tak harusnya berharap punya sayap untuk mendekap.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu